RSU Nirwana Panduan NirwanaHRIS

Tiket IT / Sarana / Alkes

Melapor kerusakan dan menangani tiket sebagai tim teknis.

Semua Tim Teknis

Tiket dipakai melaporkan kerusakan atau permintaan perbaikan ke tiga tim: IT, Sarana, dan ATEM (alat kesehatan). Menu Tiket terlihat oleh semua karyawan tanpa kecuali.

Kenapa Harus Lewat Tiket

↑ Bagian atas

Melapor lewat tiket memang terasa lebih lama daripada menelepon atau menitip pesan. Bedanya, tiket meninggalkan jejak — dan jejak itulah yang dipakai rumah sakit untuk memperbaiki keadaan, bukan sekadar memadamkan masalah satu per satu.

  • Transparan. Anda bisa melihat sendiri tiket sudah dibaca, sedang dikerjakan, atau selesai — tanpa perlu menanyakan ulang. Tim teknis juga tidak perlu mengingat-ingat siapa melapor apa.
  • Tercatat. Tiap laporan punya nomor, waktu lapor, siapa yang menangani, dan catatan penyelesaiannya. Laporan lisan mudah terlupa saat tim sedang menangani hal lain; tiket tidak.
  • Antre dengan adil. Yang masuk lebih dulu dan yang lebih mendesak terlihat jelas, jadi urusan tidak didahulukan hanya karena pelapornya paling sering menagih.
  • Jadi bahan evaluasi. Kerusakan yang berulang di alat atau ruangan yang sama akan kelihatan polanya dari rekapnya. Itu dasar yang kuat untuk mengusulkan perbaikan menyeluruh, penggantian alat, atau anggaran pemeliharaan — jauh lebih meyakinkan daripada mengandalkan ingatan.
  • Menempel ke asetnya. Tiket yang ditautkan ke aset inventaris membuat riwayat kerusakan alat itu terkumpul di satu tempat, sehingga terlihat mana alat yang sudah terlalu sering rusak.

Karena itu, biasakan tetap membuat tiket walaupun masalahnya sudah selesai ditangani lewat jalan lain. Yang hilang dari catatan, hilang juga dari perencanaan.

Melaporkan Kerusakan

↑ Bagian atas
Semua
  1. Buka menu Tiket, tekan tombol buat tiket.
  2. Pilih tim tujuan: IT, Sarana, atau ATEM. Salah pilih tim membuat tiket menunggu di antrian yang salah — jadi pastikan dulu.
  3. Pilih prioritas: Rendah, Sedang, Tinggi, atau Urgent. Pakai Urgent hanya untuk hal yang benar-benar menghentikan pelayanan.
  4. Isi judul singkat, maksimal 150 huruf.
  5. Isi deskripsi: apa yang rusak, di ruang mana, sejak kapan, dan apa yang sudah dicoba.
  6. Kirim. Tiket mendapat nomor otomatis berbentuk TKT-2026-0001.
Catatan
Bagi karyawan biasa, aplikasi mengisi sendiri beberapa hal: pelapor adalah Anda, jenisnya Perbaikan, waktu lapor adalah sekarang, dan statusnya Baru. Kolom-kolom itu hanya bisa diatur anggota tim teknis.

Setelah tiket dibuat, Anda bisa menambahkan lampiran di halaman detail tiket — foto kerusakan sangat membantu. Format JPG, PNG, WEBP, atau PDF, maksimal 8 MB per berkas.

Perhatian
Keadaan darurat: hubungi tim teknis langsung, jangan menunggu tiket dibaca. Kalau kerusakan menghentikan pelayanan atau membahayakan pasien — listrik ruang tindakan padam, alat kesehatan mati saat dipakai, jaringan mati total — telepon atau datangi tim terkait saat itu juga. Tiket bukan nomor darurat: petugas baru melihatnya saat membuka aplikasi.

Tiketnya tetap dibuat sesudahnya, oleh Anda atau oleh tim teknis atas nama Anda, supaya kejadian itu tetap tercatat dan ikut terhitung dalam evaluasi. Menangani tanpa mencatat membuat kerusakan yang sama terlihat “tidak pernah terjadi”.
Catatan
Sebelum melapor, tengok dulu daftar tiket — bisa jadi rekan seruangan sudah melaporkannya. Laporan ganda membuat antrean terlihat lebih panjang daripada kenyataannya. Dan pakailah Urgent seperlunya: kalau semua tiket ditandai urgent, tandanya berhenti berarti apa-apa.
Form pembuatan tiket: pilih tim tujuan, prioritas, judul, dan uraian kerusakan
Form pembuatan tiket: pilih tim tujuan, prioritas, judul, dan uraian kerusakan

Memantau Tiket Anda

↑ Bagian atas
StatusArtinya
BaruSudah masuk antrian, belum ada yang mengambil.
DiprosesSedang dikerjakan tim teknis.
SelesaiSudah selesai, biasanya disertai catatan penyelesaian.
BatalDibatalkan, misalnya laporan ganda atau ternyata tidak rusak.

Kartu Tiket Saya di Beranda menampilkan jumlah tiket yang Anda laporkan. Perkembangannya juga tercatat di Riwayat Anda.

Daftar tiket: ① badge status menunjukkan tiket sedang dikerjakan
Daftar tiket: ① badge status menunjukkan tiket sedang dikerjakan

Mengerjakan Tiket (Tim Teknis)

↑ Bagian atas
Tim Teknis

Anggota tim teknis melihat antrian tim-nya di Beranda dan bisa menangani tiket. Kewenangan ini datang dari role akun: IT, Teknisi (Sarana), atau ATEM. Satu orang bisa memegang lebih dari satu tim.

  1. Buka tiket dari antrian.
  2. Tekan mulai kerjakan — status berubah Baru → Diproses. Tiket yang statusnya bukan Baru akan ditolak: Tiket hanya bisa diproses dari status Baru.
  3. Setelah rampung, tandai selesai dan tulis catatan penyelesaian. Tiket yang sudah tidak aktif ditolak: Tiket sudah tidak aktif, tak bisa diselesaikan.
  4. Bila perlu dibatalkan, gunakan batalkan — hanya berlaku untuk tiket yang masih aktif: Hanya tiket aktif yang bisa dibatalkan.

Tambahan yang hanya bisa dilakukan tim teknis:

  • Membuat tiket atas nama pelapor lain — berguna untuk laporan yang masuk lewat telepon.
  • Mengubah waktu lapor agar sesuai kejadian sebenarnya.
  • Memilih jenis Pemeliharaan, bukan hanya Perbaikan.
  • Menautkan tiket ke aset inventaris, sehingga riwayat kerusakan aset itu terkumpul.
  • Langsung membuat tiket berstatus Diproses atau Selesai, untuk pekerjaan yang sudah telanjur dikerjakan.
Detail tiket berisi uraian, lampiran, dan tombol penanganan
Detail tiket berisi uraian, lampiran, dan tombol penanganan

Laporan Tiket

↑ Bagian atas
Tim Teknis

Menu Operasional → Tiket → Laporan merekap tiket berdasarkan tim, status, prioritas, dan rentang waktu, lengkap dengan ekspornya.

← Kembali ke Daftar Isi
← Disiplin & Surat Peringatan Inventaris Aset →